Sorry for those english-speakers now we give a chance for ‘Bahasa Indonesia’ questions to be posted:
Kintan, Indonesia:
Dokter,
Dok, saya wanita berumur 25 tahun. Di lingkungan sekitar saya, ada perempuan yang berpacaran dengan sesama jenisnya (lesbian). Kadang dalam hati saya bertanya-tanya, apa sih enaknya? Bahkan kadang-kadang sempat juga membayangkannya. Apakah saya normal dok? Saya takut keterusan dengan pikiran seperti itu dan sampai terjerumus.
Adik Kintan yang manis, di Indonesia,
Di lingkungan anda ada seorang wanita yang berpacaran dengan sesama atau lesbian. Dalam hati anda bertanya-tanya, apa sih enaknya? Kadang-kadang anda sampai membayangkannya. Anda takut keterusan dan terjerumus (mungkin sepertinya ‘kecebur’ sumur?).
Saya lihat di sini bahwa anda juga memiliki kecenderungan ke arah homoseksual. Homoseksual adalah gairah seksual terhadap yang sejenis. Tapi anda jangan terlalu takut.
Kalau kita menggunakan teori dr. Alfred Kenzie maka dia mengatakan bahwa memang diciptakan 96% manusia itu sebagai biseksual dalam gradasi-gradasi yang dibagi dalam 5 kelas. 2% manusia yang tergolong dalam pure homoseksual, dan 2% lagi tergolong dalam pure heteroseksual. Kedua golongan ini tidak dapat bergaul dalam masyarakat. Bahkan mereka justru yang dianggap sebagai orang sakit. Semua manusia normal berada dalam grup biseksual.
Salah satu contoh yang ringan, Seorang wanita dapat menikmati kecantikan wanita lain walaupun tidak terangsang. Misalnya anda senang dengan bintang film tertentu seperti Madonna, atau anda senang melihat penampilan dari Marissa Haque, ini menunjukkan bahwa di dalam diri anda ada sebagian dari homoseksual tadi.
Jadi itulah klasifikasi yang dibuat oleh dr. Alfred Kenzie. Apa yang anda lakukan yaitu hanya membayangkan saja masihlah normal. Anda tidak perlu takut selama anda tidak melakukan hubungan praktis. Saya kira anda tidak akan terpengaruh kalau hanya membayangkan saja.