Sexclinique.net

November 30, 2007

Sex Q& A: Ingin Nonton Film Erotis berdua Istri

Filed under: film erotis, indonesia — sexclinique @ 2:19 am

Gnw, Indonesia

Saya seorang pria dan telah menikah. Saya mempunyai kebiasaaan menonton Film Erotis, karena saya percaya dengan menontonnya dapat menstimulasi gairah saya dalam bercinta. Kadang-kadang saya ingin mengajak istri saya untuk menontonnya dan siapa tahu kami dapat bercinta dengan lebih dahsyat. Tapi sayang, istri saya ogah-ogahan. Sebenarnya baik atau tidak sih dok, menonton film erotis sebelum bercinta? Dan bagaimana saya bisa membujuknya agar mau?

Dear Gnw,

Gnw.. yang hobi nonton BF tapi sayang istrinya nggak mau (atau mungkin malu-malu kucing?). Sering hal ini merupakan hal yang lumrah di Indonesia. Ini adalah produk dari seks edukasi yang salah. Biasanya orangtua itu takut terjadi ‘kecelakaan’ pada wanita, maka mereka berusaha menakut-nakuti wanita mengenai masalah-masalah seksual diharapkan dengan menakut-nakuti maka wanita akan menjauhi hubungan seks terutama sebelum menikah. Tapi hal yang sangat negatif dari cara ini adalah wanita jadi tidak bisa menikmati seksual seumur hidupnya karena terlalu didepresi, bila dia didepresi selama 10-15 tahun tentu tidak bisa merubahnya dalam 1-2 hari sehingga anda jangan takut ini sudah merupakan suatu kebiasaan bahwa wanita tidak senang nonton film erotis. Mereka bahkan juga tidak senang melakukan hal-hal yang berlebihan dalam hubungan seks. Karena mereka menganggap hal itu sebagai dosa, kotor, tabu dan membayangkan bahwa gerakan-gerakan seperti itu tidak layak buat wanita baik-baik dan hanya dilakukan oleh perempuan-perempuan ‘nakal’. Jadi itu sudah suatu pola kepribadian. Nah sekarang bagaimana cara membujuknya? Anda musti merubahnya dengan perlahan-lahan dan sabar. Kalau anda cukup gigih maka saya kira lama-kelamaan pendirian istri anda akan dapat berubah.

June 19, 2007

Sex Q & A: Saya sempat membayangkan jadi lesbian

Filed under: bisexual, gay, indonesia, lesbian — sexclinique @ 4:39 pm

Sorry for those english-speakers now we give a chance for ‘Bahasa Indonesia’ questions to be posted:

Kintan, Indonesia:

Dokter,

Dok, saya wanita berumur 25 tahun. Di lingkungan sekitar saya, ada perempuan yang berpacaran dengan sesama jenisnya (lesbian). Kadang dalam hati saya bertanya-tanya, apa sih enaknya? Bahkan kadang-kadang sempat juga membayangkannya. Apakah saya normal dok? Saya takut keterusan dengan pikiran seperti itu dan sampai terjerumus.

Adik Kintan yang manis, di Indonesia,

Di lingkungan anda ada seorang wanita yang berpacaran dengan sesama atau lesbian. Dalam hati anda bertanya-tanya, apa sih enaknya? Kadang-kadang anda sampai membayangkannya. Anda takut keterusan dan terjerumus (mungkin sepertinya ‘kecebur’ sumur?).

Saya lihat di sini bahwa anda juga memiliki kecenderungan ke arah homoseksual. Homoseksual adalah gairah seksual terhadap yang sejenis. Tapi anda jangan terlalu takut.

Kalau kita menggunakan teori dr. Alfred Kenzie maka dia mengatakan bahwa memang diciptakan 96% manusia itu sebagai biseksual dalam gradasi-gradasi yang dibagi dalam 5 kelas. 2% manusia yang tergolong dalam pure homoseksual, dan 2% lagi tergolong dalam pure heteroseksual. Kedua golongan ini tidak dapat bergaul dalam masyarakat. Bahkan mereka justru yang dianggap sebagai orang sakit. Semua manusia normal berada dalam grup biseksual.

Salah satu contoh yang ringan, Seorang wanita dapat menikmati kecantikan wanita lain walaupun tidak terangsang. Misalnya anda senang dengan bintang film tertentu seperti Madonna, atau anda senang melihat penampilan dari Marissa Haque, ini menunjukkan bahwa di dalam diri anda ada sebagian dari homoseksual tadi.

Jadi itulah klasifikasi yang dibuat oleh dr. Alfred Kenzie. Apa yang anda lakukan yaitu hanya membayangkan saja masihlah normal. Anda tidak perlu takut selama anda tidak melakukan hubungan praktis. Saya kira anda tidak akan terpengaruh kalau hanya membayangkan saja.

Blog at WordPress.com.